Milan vs Torino

Comeback, Milan Sukses Singkirkan Torino

Liga Italia

AC Milan mampu bangkit di babak kedua setelah tertinggal 0-1 di paruh pertama oleh Torino dalam babak 16 besar Coppa Italiana. Aksi gemilang dari Giacomo Bonaventura sukses mengalahkan klub asal Turin itu dengan skor akhir 2-1. Sekaligus mengantarkan Rossoneri ke fase perempat final.

Milan vs Torino
Milan sukses menyingkirkan Torino di babak 16 besar Coppa Italiana

Di babak selanjutnya, Milan dipastikan akan bersua dengan Juventus. Pasalnya, sehari sebelumnya Bianconeri mampu mengalahkan perlawanan Atalanta dengan skor 3-1. Ini menjadi partai ulangan saat keduanya bertemu dalam partai final Coppa Italiana, yang kala itu kubu Merah Hitam mampu keluar sebagai juara melalui babak penalti.

Laporan Laga Milan vs Torino

Dalam laga ini, Gustavo Gomez kembali mendapatkan menit bermain setelah pada laga melawan Cagliari dalam ajang Serie A yang berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggalan Rossoneri. Sementara dari kubu sang tamu, Juan Manuel Iturbe yang baru saja ditransfer dari AS Roma, langsung mendapatkan tempat di starting eleven tim.

Laga Milan vs Torino berjalan ketat

Milan yang bermain di depan para supportenya sendiri, justru di menit-menit awal tertekan oleh Torino. Marco Benassi hampir saja mampu membawa timnya unggul satu gol melalui sepakan kerasnya dari luar kotak penalti. Namun sayang tendangannya masih melambung keatas. Begitu pula dengan, Iturbe yang mendapatkan umpan terobosan dari Daniele Baselli, yang tak mampu juga dimanfaatkan menjadi gol.

Serangan bertubi-tubi kubu tamu akhirnya membuahkan hasil di menit ke 27. Benassi mampu melewati sejumlah hadangan dari pemain tuan rumah sebelum memberikan umpan manis ke Andrea Belotti. Striker yang dirumorkan akan bergabung bersama Arsenal tersebut dengan tenang mampu menaklukkan Gianluigi Donnarumma untuk mencetak gol.

Penyerang berkebangsaan Italia tersebut terus memberikan ancaman ke gawang tuan rumah. Kali ini, Belotti melesakkan tendangan voli setelah menerima umpan silang dari Adem Ljajic. Tetapi tendangannya melambung tipis ke atas mistar gawang Donnarumma. Skor 0-1 berakhir hingga babak pertama usai.

Tertinggal satu gol, membuat Milan di paruh kedua meningkatkan tempo laga. Adapun pergerakan liar dari Gianluca Lapadula di area kotak penalti, berujung pelanggaran terhadap kiper asal Inggris, Joe Hart. Mantan punggawa Manchester City tersebut akhirnya mendapatkan sedikit perawatan. Namun, Hart tetap dapat bermain dengan kepalanya diperban.

Akhirnya, Rossoneri mampu menyamakan kedudukan melalui tendangan Juraj Kucka pada menit ke 61 setelah memanfaatkan umpan mendatar dari Bonaventura yang sebelumnya beraksi sendirian untuk mengobrak-abrik lini pertahanan lawan.

Hanya berselang dua menit saja, giliran Bonaventura yang mampu melesakkan gol spektakuler. Pemain asal Italia itu menerima umpan lambung dari Suso. Dengan tenang, Bona melakukan tendangan voli yang tak mampu diantisipasi oleh Hart.

Kini posisi menjadi terbalik, giliran Torino yang tertinggal gol. Sehingga, membuat pasukan Sinisa Mihajlovic meningkatkan intensitas serangan. Belotti sejatinya mendapatkan dua kesempatan untuk kembali mencetak gol. Namun, kedua peluang tersebut mampu dimentahkan oleh Donnarumma.

Situasi menjadi terpuruk bagi tim tamu. Pasalnya, Antonio Barecca mendapatkan kartu kuning kedua. Kedudukan 2-1 berakhir hingga peluit panjang dibunyikan.

Montella: Kinerja Tim Memuaskan

Manajer AC Milan, Vincenzo Montella memberikan kredit kepada para pemain yang telah bekerja keras mampu mengembalikkan keunggulan 0-1 atas Torino di babak pertama dan keluar sebagai pemenang. Sekaligus menyegel tiket ke babak perempat final Coppa Italiana.

Vincenzo Montella
Vincenzo Montella puas dengan kinerja timnya

“Para pemain menunjukkan kehebatannya dan saling bekerja dengan baik satu sama lain. Ini menunjukkan bahwa kami adalah tim yang hebat. Kemenangan ini sangatlah berharga untuk kita semua. Di babak selanjutnya, kita akan menghadapai Juve yang merupakan tim besar. Namun, kami siap untuk mengalahkannya karena kami juga adalah tim besar,” ungkap Montella.

John Terry

Terry Pilih Bertahan Bersama Chelsea

Liga Inggris

Kabar mengenai kepergiaan John Terry dari Stamford Bridge yang akan dipinjamkan ke Bournemouth pada bursa musim dingin Januari ini, akhirnya menemukan titik terang. Terry memutuskan untuk tetap bertahan di Chelsea, walaupun posisinya kini telah digantikan oleh David Luiz yang kembali memperkuat The Blues setelah dua musim membela Paris-Saint Germain.

John Terry
John Terry lebih memilih untuk bertahan

Sejumlah media besar setempat melaporkan bahwa pemain berposisi sebagai bek sentral tersebut belum akan meninggalkan klub yang telah membesarkan namanya tersebut di bulan Januari. Namun, cerita akan berbeda di akhir musim nanti yang kemungkinan besar akan hengkang.

Kontrak pemain berusia 36 tahun tersebut menyisakan enam bulan yang terhitung dari bulan sekarang. Itu berarti, di akhir musim 2016/2017, sang pemain berstatus free agent alias dapat didatangkan oleh sejumlah klub secara gratis. Terry disebut-sebut akan dipinjamkan ke The Cherries hingga pertengahan tahun. Tetapi, sang pemain lebih memilih untuk menghabiskan sisa kontraknya bersama Chelsea.

Pemain berkebangsaan Inggris tersebut sejauh ini hanya bermain selama lima pertandingan saja dan hanya 366 menit saja bermain. Terry kesulitan mendapatkan tempatnya kembali dibawah asuhan Antonio Conte, menyusul dirinya mengalami cedera. Namun setelah sembuh dari cedera, dirinya tidak lagi dipercaya untuk mengisi starting eleven tim, setelah pelatih asal Italia tersebut menerapkan formasi 3-4-3 dengan menggandalkan David Luiz, Cesar Azpilicueta dan Gary Cahill.

Terry memberikan statement terkait kabar dirinya yang ingin hengkang di bursa musim dingin ini untuk dipinjamkan ke klub Bournemouth. “Masa bakti saya bersama Chelsea memang akan berakhir hingga akhir musim nanti. Dan saat ini pun saya memang tengah kesulitan untuk mendapatkan menit bermain. Namun walaupun demikian, saya merasa bahagia tinggal disini,”

“Saya ingin menghabiskan masa kerja saya hingga masanya berakhir. Saya juga ingin membantu tim meraih gelar juara kembali. Jadi, saya tekankan lagi bahwa saya bertahan di Chelsea,” ungkap Terry.

Chelsea Tertarik Datangkan Hakan Calhanoglu

The Blues yang baru saja melepas Oscar ke Shanghai SIPG dengan mahar yang tinggi pada bursa musim dingin ini, kini tengah mencari pengganti sang pemain tersebut. Dikabarkan, bahwa pihak Chelsea, tertarik untuk mendatangkan bintang Bayern Levekusen, Hakan Calhanoglu. Sebagaimana dilaporkan oleh sejumlah media terpercaya.

Hakan Calhanoglu
Hakan Calhanoglu masuk radar Chelsea

Chelsea telah mengajukan tawaran secara resmi ke pihak klub terkait untuk mendapatkan jasa gelandang berusia 22 tahun tersebut. Harga pasaran sang pemain sendiri diyakini mencapai angka €18 juta.

Namun pihak Leverkusen diprediksi tidak akan melepas pemain bintangnya tersebut di bulan Januari ini. Mengingat, konstribusi Calhanoglu di dalam tim sangat berarti. Sehingga, tawaran Chelsea untuk sang pemain kemungkinan besar tidak akan diladeni oleh klub asal Bundesliga Jerman tersebut. Adapun kontak pemain berkebangsaan Turki itu bersama Werkself yakni hingga tahun 2019.
Kurt Zouma Senang Dapat Kembali Merumput

Bek sentral Chelsea, Kurt Zouma merasa senang dirinya dapat kembali merumput ketika Chelsea berhasil mengalahkan Peterborough dengan kedudukan 4-1 dalam babak putaran ketiga Piala FA, setelah absen selama 11 bulan lamanya.

Kurt Zouma
Kurt Zouma senang kembali merumput setelah 11 bulan mendapatkan perawatan cedera

Zouma menderita cedera lutut ACL saat dirinya membela The Blues ketika melawan Manchester United pada tanggal 7 Februari 2016 silam. Hampir setahun lamanya menepi dan mendapatkan perawatan, pemain berusia 22 tahun tersebut akhirnya dapat kembali bermain dan mendapatkan sambutan hangat dari para supporter yang datang memenuhi Stadion Stamford Bridge pada hari Minggu lalu.

“Saya sungguh merasa senang dapat kembali bermain setelah 11 bulan saya mendapatkan perawatan cedera ini. Terlebih lagi saya bermain selama satu pertandingan penuh,” ungkap Zouma.

Carlo Ancelotti

Ancelotti Sanjung Arsene Wenger

Liga Champions

Carlo Ancelotti akan beradu taktik dengan Arsene Wenger di Liga Champions ketika Bayern Munich yang lagi-lagi berjodoh dengan Arsenal di babak 16 besar. Ancelotti pun mengagumi sosok The Professor yang telah bertahan hingga dua dekade menjadi pelatih The Gunners.

Carlo Ancelotti
Carlo Ancelotti sanjung Arsene Wenger

“Saya secara pribadi mengagumi Wenger yang telah melatih selama duapuluh tahun di Arsenal. Mustahil rasanya melihat pelatih saat ini yang bertahan selama itu. Kerja keras Dia sudah sepatutnya diberikan apresiasi. “ ungkap Ancelotti.

Para pemain Bayern Munich hingga kini masih berada di Qatar. Lantaran, paruh kedua musim Bundesliga baru akan dihelat pada tanggal 21 Januari 2017 mendatang. Sebelum nantinya, di bulan Februari, skuat The Bavarians akan menghadapi Meriam London pada leg pertama babak kualifikasi 16 besar Liga Champions.

Ancelotti menambahkan, bahwa dirinya ingin mengikuti jejak Wenger yang terus bekerja keras di setiap musim hingga mampu bertahan selama dua dekade. Namun Ia menyatakan bahwa hal tersebut sangatlah sulit dan terbilang mustahil.

“Saya ingin bertahan selama dua atau hingga empat tahun, bahkan selama mungkin di salah satu klub, agar mampu membangun hubungan yang sangat kuat. Karena menurut saya, kunci keberhasilan sebuah tim adalah dengan hubungan antar pemain, pelatih, pihak klub yang sangat baik,”

“Sehingga, Anda mampu membangun sebuah filosofi Anda, gaya bermain Anda dan hal-hal yang baik di sebuah klub. Namun, cukup sulit untuk bertahan di level yang sama di setiap musimnya. Wenger sangat beruntung mampu bekerja dengan sangat baik selama menjadi pelatih Arsenal. Saya mengapresiasi kinerja Dia yang walaupun banyak kalangan yang menilai sudah selayaknya Ia meninggalkan klub tersebut,” tutup pelatih berkebangsaan Italia.

Alcantara Alami Cedera Hamstring

Bintang muda Bayern Munich, Thiago Alcantara diragukan tampil ketika timnya berhadapan dengan Freiburg dalam lanjutan matchday 17 Bundesliga pada tanggal 21 Januari 2017 mendatang. Pasalnya, Alcantara mengalami cedera hamstring saat melakukan sesi latihan tim di Doha, Qatar.

Thiago Alcantara
Thiago Alcantara mengalami cedera hamstring saat sesi latihan

Pihak klub secara resmi telah mengonfirmasi cedera sang gelandang berusia 25 tahun tersebut. Kini, Thiago tengah melakukan sejumlah perawatan agar dapat kembali bergabung bersama skuat.

“Kami informasikan, bahwa pemain kami, Thiago Alcantara mengalami cedera hamstring. Sehingga, sang pemain saat ini sudah mendapatkan perawatan lebih lanjut, supaya dapat segera pulih dan bergabung kembali ke dalam tim,” demikian bunyi pernyataan pihak klub di website resminya.

Ancelotti berharap, cedera Thiago dapat segera pulih dan kembali memperkuat tim sebelum kontra Arsenal di Liga Champions. “Tentu saya berharap bahwa cedera yang diderita oleh Thiago tak terlalu parah dan dapat segera kembali bergabung bersama tim sebelum laga melawan Arsenal pada bulan Februari mendatang,” ujar mantan pelatih Real Madrid.

Sepanjang musim 2016/2017, Thiago telah tampil sebanyak 22 laga di semua ajang kejuaraan yang diikuti oleh Bayern Munich dan mampu mencetak tiga gol.

Hummels Sebut Libur Musim Dingin Kurang Menguntungkan

Sejumlah pihak meyakini bahwa jeda liburan musim dingin yang panjang sangat menguntungkan bagi Bayern Munich ketika nantinya mereka berhadapan dengan Arsenal di bulan depan. Namun, tanggapan tersebut berbeda dengan Mats Hummels yang justru mengungkapkan bahwa jeda musim dingin ini kurang menguntungkan.

Mats Hummels
Mats Hummels menyatakan bahwa jeda musim dingin kurang menguntungkan

“Saya rasa, kami sedikit tidak diuntungkan dengan liburan musim dingin yang terlalu panjang ini. Lantaran, intensitas Arsenal dalam ritme bermain sangat baik. Walaupun mereka sedikit kelelahan karena jadwal yang sangat padat. Tapi, kami tim yang kuat dan akan siap berhadapan dengan tim manapun, termasuk Arsenal,” ungkap pemain berposisi sebagai bek sentral itu.

Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo Kembali Raih Gelar Individu

Liga Spanyol

Cristiano Ronaldo kembali menunjukkan kepada seluruh dunia, bahwa dirinya merupakan pemain sepakbola terbaik di sepanjang musim lalu, setelah sebelumnya meraih trofi Ballon d’Or pada akhir Desember 2016 lalu, Ia sukses meraih penghargaan The Best FIFA Men’s Player 2016. Sang megabintang Real Madrid dan Portugal itu berhasil mengalahkan sang rival, Lionel Messi (Barcelona) dan bintang Atletico Madrid Antoine Griezmann dalam penghargaan tersebut.

Cristiano Ronaldo
Cristiano Ronaldo sukses meraih gelar The Best FIFA Men’s Player 2016

Tahun 2016 memang menjadi momen yang sangat berharga dan istimewa bagi Ronaldo. Sempat mengalami cedera di awal tahun, tetapi pemilik nomor 7 tersebut mampu bangkit di tengah musim dan meraih kesuksesan bersama El Real. Walaupun pada akhirnya tak mampu mengkudeta posisi Barcelona di puncak klasemen La Liga, namun Los Blancos sukses mengangkat trofi Liga Champions.

Tak hanya sukses di level klub bersama Real Madrid saja, Ronaldo juga membuktikan kehebatannya di level internasional. Striker yang kini berusia 31 tahun itu berhasil membawa tim Nasional Portugal meraih gelar juara EURO 2016 untuk pertama kalinya dalam sejarah sepakbolanya. Ronaldo memang mengalami cedera pada partai final, tetapi konstribusinya di pinggir lapangan sangat berarti dalam mengapai prestasi membanggakan tersebut.

“Momen ini sangatlah luar biasa bagi saya. Ini memang bukanlah yang pertama kalinya yang meraih penghargaan individu, tetapi terasa baru pertama kali. Apa yang mampu saya katakan? Saya sangat berterima kasih kepada seluruh rekan saya baik di Real Madrid maupun timnas Portugal. Tentu tak lupa juga pihak keluarga, pelatih dan para fans yang selalu mendukung saya,”

“Tahun 2016 menjadi tahun yang sangat istimewa bagi diri saya. Momen ini akan saya kenang sebagai tahun yang terbaik dalam perjalanan karir saya di dunia sepakbola. Saya akan terus bekerja keras kedepannya, demi membahagiakan orang-orang disekeliling saya,” ungkap mantan punggawa Manchester United.

Sepanjang tahun 2016, Ronaldo telah membukukan gol sebanyak 55 gol dan 17 assist dalam 57 laga. Di akhir tahun lalu, CR7 turut memenangkan gelar Piala Dunia Antarklub bersama El Real.

Lionel Messi dan Barcelona Tak Hadiri Ceremony FIFA The Best

Sementara itu, rival Ronaldo, Lionel Messi dan rival Real Madrid, Barcelona tak menghadiri acara seremoni The Best FIFA Football Awards 2016 yang dilangsungkan di Zurich, Swiss pada hari Senin, 9 Januari 2017 waktu setempat.

Barcelona
Skuat Barcelona tak hadiri acara The Best FIFA Football Awards 2016

Messi yang masuk dalam kategori Pemain Terbaik FIFA The Best 2016 bersama Cristiano Ronaldo dan Antoine Griezmann mengkonfirmasi bahwa dirinya tidak hadir dalam acara tersebut.

Bahkan tak hanya Messi saja yang tak hadir, tetapi punggawa Blaugrana lainnya yang juga diundang lantaran masuk dalam nominasi Pemain Terbaik, seperti Luis Suarez, Andres Iniesta dan Neymar turut tak hadir. Adapun alasannya karena mereka lebih memprioritaskan leg kedua Copa del Rey melawan Athletic Bilbao yang dihelat pada hari Rabu mendatang.

Untuk menggantikan para punggawa Barca yang tak hadir, Presiden klub Josep Maria Bartomeu bersama para petinggi lainnya datang dalam acara tersebut.

Modric: Barcelona Seharusnya Sportif

Gelandang Real Madrid, Luka Modric yang juga masuk dalam FIFPro XI menyayangkan sikap Barcelona yang memilih untuk tidak menghadiri acara The Best FIFA Football Awards 2016. “Mengenai sikap Barca yang tidak mengirimkan para punggawanya ke acara ini, seharusnya mereka bisa bersikap lebih sportif dan menghormati,”

Luka Modric
Luka Modric kritik keputusan Barcelona yang tak hadir di acara The Best FIFA Football Awards 2016

“Saya merasa senang dapat hadir disini dan mendapatkan pengakuan akan kerja keras yang saya telah lakukan sepanjang tahun lalu. Saya akan berusaha untuk mempertahankan performa ini di tahun baru mendatang,” ungkap pemain berkebangsaan Kroasia.

Genoa vs AS Roma

Roma Pecundangi Perlawanan Genoa

Liga Italia

AS Roma membuka tahun baru 2017 dengan meraih kemenangan. Pasukan Serigala Ibukota itu berhasil mecundangi perlawanan Genoa dengan skor tipis 0-1 dalam lanjutan matchday ke 19 Serie A Italia. Roma berhasil membawa pulang poin penuh, berkat gol bunuh diri dari Armando Izzo di menit ke 36.

Genoa vs AS Roma
Pertandingan antara Geno melawan Roma berjalan dengan sangat ketat

Dengan raihan penuh di markas Genoa tersebut, membuat Roma mengakhiri petualangannya di paruh musim pertama sebagai runner up. Tim asuhan Luciano Spalletti berhasil mengoleksi poin sebanyak 41 angka. Berjarak empat angka dari sang pemuncak klasemen yang sekaligus merupakan juara bertahan, Juventus. Namun, jarak tersebut akan semakin melebar, lantaran si Nyonya Tua memiliki satu laga yang belum dilaksanakan.

Sementara kekalahan yang diderita oleh pasukan ‎I Rossoblu, terpaksa menutup paruh musim dengan bertengger di urutan ke 12. Giovanni Simeone dkk hanya berhasil mengumpulkan angka sebanyak 23 poin saja. Perolehan angka tersebut cukup aman dari zona degradasi, lantaran berselisih 13 poin dari Palermo yang menduduki urutan ke 18 dalam tabel klasemen sementara Serie A.

Di pertandingan selanjutnya, Roma akan kembali menjalani laga away kala berhadapan dengan Udinese. Dijadwalkan, laga yang dihelat di Dacia Arena itu akan berlangsung pada tanggal 15 Januari 2017. Di hari yang sama, Genoa akan meladeni perlawanan Cagliari di Stadio Sant’Elia.

Jalannya Pertandingan Genoa vs AS Roma

Laga yang dihelat di Stadio Comunale Luigi Ferraris, berjalan sangat ketat sejak peluit tanda dimulainya pertandingan dimulai. Genoa yang bermain di depan para pendukungnnya sendiri, langsung berinisiatif untuk melakukan serangan ke lini pertahanan Roma. Satu peluang tercipta dari tendangan melengkung Diego Laxalt. Namun, tendangan bintang Genoa tersebut mampu ditepis oleh Wojciech Szczesny.

Genoa vs AS Roma
Roma berhasil meraup poin penuh kala bertandang ke markas Genoa

Kubu tamu langsung membalas melalui tendangan voli Edin Dzeko di depan kotak penalti. Tetapi, Mattia Perin mampu melakukan penyelamatan yang gemilang. Sehingga, kedudukan 0-0 masih bertahan hingga pertandingan berjalan selama setengah jam. Tetapi, dalam aksi itu, Perin mengalami cedera dan terpaksa digantikan oleh Eugenio Lamanna.

Roma berhasil menguasai jalannya pertandingan. Sejumlah peluang yang didapat oleh Radja Nainggolan masih melambung tinggi diatas mistar gawang. Tetapi, pasukan Spalletti mengalami masalah di lini serang, lantaran ditinggal oleh salah satu bintangnya, Mohamed Salah.

Gol yang ditunggu-tunggu dalam pertandingan tersebut akhirnya tercipta. Di menit ke 36, Izzo yang berniat untuk menyapu umpan silang dari Bruno Peres, justru membuat bola masuk ke gawang timnya sendiri. Izzo melakukan kesalahan fatal tersebut sudah yang kedua kalinya. Skor 0-1 bertahan hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, giliran pasukan Serigala Ibukota yang memulai laga dengan melakukan serangan ke lini belakangan lawan. Hampir saja Dzeko mampu menggadakan keunggulan timnya, andai saja tendangan volinya tidak mengenai mistar samping, setelah memanfaatkan umpan silang Nainggolan.

Namun, serangan dari kedua tim tak mampu menciptakan gol. Hingga akhirnya, peluit panjang dibunyikan, skor 0-1 tetap bertahan untuk keunggulan AS Roma.

Luciano Spalletti: Kemenangan Istimewa

Pelatih AS Roma, Luciano Spalletti mengungkapkan bahwa kemenangan melawan Genoa pada hari Minggu lalu terasa sangat istimewa. “Kemenangan ini sangatlah istimewa bagi kami. Kami mampu membuka tahun baru 2017 dengan meraih hasil yang maksimal dan menutup paruh musim pertama di urutan kedua,” ungkap Spalletti.

Luciano Spalletti
Luciano Spalletti merasa senang dengan kemenangan atas Genoa

Mantan manajer Zenit St. Petersburg juga menambahkan bahwa dirinya akan terus bekerja keras demi menutup musim 2016/17 dengan meraih gelar juara. “Tentu kami akan terus berusaha keras di setiap laganya. Kami ingin keluar sebagai juara di musim ini. Walau banyak rintangan yang akan kami hadapi kedepannya. Kami merasa optimis akan hal itu,” ungkap pelatih kelahiran Certaldo, Italia.

Tottenham Hotspur vs Chelsea

Tottenham Hentikan Tren Kemenangan Chelsea

Liga Inggris

Tottenham Hotspur secara perkasa mampu menghentikan catatan kemenangan Chelsea dalam lanjutan matchday 20 Liga Primer Inggris. Dua gol dari Dele Alli cukup memberikan senyuman manis untuk para pendukung Hotspur yang datang memenuhi Stadion White Hart Lane. Sementara itu, The Blues harus menelan kekalahan ketiga di sepanjang musim ini dan rekor 13 kemenangan secara beruntun terpaksa terhenti.

Tottenham Hotspur vs Chelsea
Dua gol Dele Alli cukup mengantarkan Tottenham Hotspur meraih kemenangan melawan Chelsea

Dengan kemenangan itu, The Lilywhites mampu memperbaiki posisi di tangga klasemen. Kini, tim asuhan Pochettino bertengger di urutan ketiga dengan mengoleksi 42 poin. Menggeser Manchester City dan Arsenal yang sebelumnya berada di urutan ketiga dan keempat.

Sedangkan kekalahan yang diderita oleh Chelsea, tak membuat posisinya di puncak klasemen terancam. Tetapi, kini selisih poin dari Liverpool yang berada di urutan kedua menjadi lima poin saja, dari sebelumnya enam poin. Beruntung, di pekan yang sama, The Reds hanya bermain imbang kala berhadapan dengan Sunderland.

Jalannya Laga Tottenham vs Chelsea

Chelsea sejatinya tidak melakukan perubahan pada tim utama. Diego Costa yang pada laga sebelumnya di istirahatkan, kini kembali mengisi starting line up. Begitu juga dengan Nemanja Matic yang sudah kembali dan menggantikan peran Cesc Fabregas di lini tengah permainan.

Tottenham Hotspur vs Chelsea
Tottenham Hotspur mampu hentikan rekor 13 kemenangan Chelsea

Laga baru berjalan lima menit, Eden Hazard yang menerima umpan dari Matic, mendapatkan peluang emas dan tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Hugo Lloris. Namun, sudut tembak yang terlalu sempit membuatnya tak mampu menciptakan gol untuk keunggulan timnya.

Kubu tuan rumah terus tertekan selama 30′ menit jalannya pertandingan. Vincent Wanyama yang berperan untuk menghentikan arus bola di lini tengah, tak mampu tampil gemilang. Namun, Toby Alderweireld dan Jan Vertonghen sukses mematahkan serangan demi serangan sang tamu di lini pertahanan.

Jelang laga di babak pertama usai, Tottenham mendapatkan memontum dan mampu menguasai permainan. Hasilnya, di masa injury time, Alli mampu membawa timnya unggul 1-0. Gelandang serang asal Inggris itu memanfaatkan umpan silang dari Christian Eriksen dan mengarahkan bola ke sudut gawang lawan dengan menggunakan kepalanya, yang tak mampu di antisipasi oleh Thibaut Courtois. Skor 1-0 menutup jalannya pertandingan di paruh pertama.

Tertinggal satu gol, membuat pasukan The Blues meningkatkan intensitas serangan di babak kedua. Sang striker, Diego Costa hampir saja menyamakan kedudukan, namun tendangannya dari luar kotak penalti masih melenceng. Hazard juga kembali mendapatkan peluang manis di dalam kotak penalti. Sayang, tendangan bintang Belgia itu masih melambung keatas gawang lawan.

Alli kembali memberikan kejutan untuk sang tamu yang terus menekan ke lini pertahanan. Menit ke 54′, gelandang muda berbakat itu mampu menanduk umpan silang dari Eriksen. Alli menunjukkan bahwa dirinya dalam performa terbaik. Pasalnya, dari tiga laga yang telah dilalui, Ia telah mencetak enam gol.

Skor 2-0 berakhir hingga peluit panjang dibunyikan oleh sang pengadil lapangan. Meskipun, The Blues terus berusaha untuk mengejar ketertinggalan dengan memasukkan Willian dan Fabregas.

Pochettino: Kemenangan Berharga

Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino menyatakan bahwa kemenangan melawan Chelsea amatlah berharga. “Kemenangan ini sangatlah berharga untuk kami. Terlebih saat ini posisi kami beranjak ke peringkat ketiga. Ini momentum untuk kita meraih poin penuh di setiap pekannya,” ungkap Pochettino.

Mauricio Pochettino
Mauricio Pochettino mengungkapkan senang mampu meraih kemenangan melawan Chelsea

Manajer asal Argentina itu menambahkan bahwa saatnya untuk kembali fokus pada pertandingan selanjutnya. Ia mengingatkan jangan terlalu jemawa akan kemenangan melawan Chelsea.

“Kemenangan itu (melawan Chelsea) memang sangat berarti. Namun bukan berarti pertarungan kita selesai. Mari kita fokus kembali di laga selanjutnya,” tutup pelatih berusia 44 tahun itu.

Arrigo Sacchi

Sacchi Unggulkan Juventus Juara Liga Champions

Liga Champions

Arrigo Sacchi secara yakin menyatakan bahwa tahun ini adalah waktu yang sangat tepat bagi Juventus untuk mengangkat trofi Liga Champions. Bukan tanpa alasan keyakinan Sacchi itu, Ia mengutarakan bahwa Il Bianconeri merupakan salah satu dari tiga klub terbaik yang ada di dunia saat ini.

Arrigo Sacchi
Arrigo Sacchi yakin Juventus merupakan kandidat kuat juara Liga Champions musim ini

Sacchi adalah mantan manajer yang pernah membawa AC Milan menjuarai Liga Champions secara dua kali beruntun pada tahun 1989 dan 1990. Tak hanya sukses di level klub saja, melainkan dirinya juga pernah mengantarkan tim Nasional Italia mencapai partai puncak Piala Dunia edisi 1994, walau pada akhirnya harus takluk oleh Brasil lewat drama adu penalti, 3-2 setelah selama 12o menit tak ada satupun gol yang tercipta.

Pria yang telah berusia 70 tahun itu memiliki pandangan sendiri terkait dirinya mengunggulkan Juve sebagai juara di kompetisi antar klub paling bergengsi di daratan Eropa.

“Saya meyakini, bahwa tahun ini adalah milik Juventus. Mereka sudah menjadi tim yang sangat kuat belakangan ini. Jadi, sudah waktunya mereka mengangkat kembali trofi Liga Champions,” ungkap Sacchi.

Mantan direktur olahraga Real Madrid pada musim 2004 hingga 2005 ini menambahkan jika melihat sejumlah klub-klub di liga besar Eropa masing-masing, mereka merasa kesulitan. Tidak seperti si Nyonya Tua yang sejauh ini sangat perkasa bermain di Serie A, Italia.

“Jika kalian perhatikan di sejumlah liga-liga besar, banyak tim besar yang saat ini kesulitan. Seperti contoh, lihat Real Madrid yang harus berusaha payah meraih gelar juara di kancah Piala Dunia Antarklub lalu. Mereka baru bisa mengunci gelar juara di masa tambahan waktu,”

“Bahkan di liga yang saat ini dikatakan paling bergengsi, Liga Primer Inggris, perburuan gelar juara didominasi kekuatan Chelsea dan Liverpool yang memang tengah berada bersaing di puncak klasemen. Kedua tim tersebut tak bermain di Liga Champions,”

“Berbanding terbalik jika kita melihat Juventus. Dimana mereka sangat kokoh di puncak klasemen dan mendominasi Serie A. Mereka pun memiliki segalanya, mulai dari pelatih, staff, pemain dan klub yang hebat. Jadi, sudah waktunya untuk kembali berjaya di daratan Eropa dengan mengangkat trofi Liga Champions,” tutup Sacchi.

Chiellini Yakin Juventus Treble Winner

Senada dengan Sacchi, Giorgio Chiellini juga memiliki keyakinan bahwa Juventus mampu meraih treble winner di tahun 2017. Diantara ketiga piala yang diyakini berlabuh ke klub asal Turin itu adalah trofi Liga Champions.

Giorgio Chiellini
Giorgio Chiellini juga memiliki keyakinan akan timnya meraih treble winner termasuk Liga Champions

“Saya memiliki keyakinan yang serupa dengan Sacchi, bahwa tim kami adalah salah satu yang terbaik saat ini. Saya yakin, di akhir musim nanti, kami akan mampu meraih treble winner. Salah satu trofi yang akan kami angkat adalah Liga Champions,” ujar Chiellini.

Pemain yang berposisi sebagai bek sentral itu menambahkan, walaupun timnya baru saja menelan kekalahan di partai final Super Coppa Italia, tetapi dirinya percaya mampu langsung bangkit.

“Kami baru saja menelan kekalahan, tetapi kekalahan itu menjadikan kami semakin kuat. Mari kita fokus dan selalu bekerja keras demi hasil yang maksimal,” tutup pria yang kini berusia 32 tahun.

Masa Depan Allegri Tergantung Langkah Juventus Di Liga Champions

Masa depan Massimiliano Allegri sebagai pelatih Juventus tergantung pencapaian tim di kancah UCL. Terlebih, dirinya sempat terlihat ribut oleh sejumlah petinggi klub. Sehingga, sejumlah media mengabarkan bahwa Allegri tidak akan bertahan lama.

Massimiliano Allegri
Masa depan Massimiliano Allegri terancam

Hal tersebut mencuat ke publik lantaran Signora Omicidi harus takluk di tangan AC Milan melalui adu drama penalti dalam partai Piala Super Italia. Dengan demikian, para petinggi klub memberikan sedikit peringatan kepada sosok pria yang kini telah menginjak usia 49 tahun itu untuk memperbaiki performa Juve. Bahkan para petinggi klub mengingatkan agar gelar juara Serie A dapat dipertahankan dan dapat melaju lebih jauh di kancah UCL, walaupun pada akhirnya tak dapat juara.

Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo Absen Kontra Sevilla

Liga Spanyol

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane telah secara resmi merilis 19 pemain yang akan dipersiapkan untuk melawan Sevilla dalam ajang kejuaraan Copa del Rey. Dari daftar ke 19 pemain tersebut, tak ada nama mega bintang mereka, Cristiano Ronaldo. Pasalnya, sang pemain mendapatkan izin dari pihak klub untuk memperpanjang masa cuti liburannya. Dengan demikian, sang mega bintang dipastikan akan absen kala El Real berhadapan dengan Sevillistas di leg pertama dalam babak 16 besar Copa del Rey yang akan berlangsung pada tanggal 5 Januari 2016 pukul 02.45 WIB atau Kamis dinihari nanti.

Cristiano Ronaldo
Cristiano Ronaldo akan absen kala berhadapan dengan Sevilla

Zidane telah memutuskan untuk tidak memanggil Ronaldo dalam daftar 19 pemain yang akan dipersiapkan untuk laga pertama di tahun 2017 ini, kala bersua Sevilla di ajang Copa del Rey. Tak hanya penyerang berkebangsaan Portugal tersebut saja yang absen dalam laga Kamis dinihari mendatang, tetapi juga sang kapten, Sergio Ramos, Mateo Kovacic, Lucas Vazquez, Gareth Bale dan juga Pepe yang masih harus mengalami perawatan lantaran cedera.

Dengan absennya CR7, tentu akan memberikan ruang baik para pemain muda Los Blancos, seperti diantaranya Marco Asensio yang kerapkali dipercaya oleh Zidane untuk mengisi lini serang, ataupun Mariano Diaz yang tampil memukau dengan catatan sejumlah gol, maupun Martin Odegaard dengan skill yang tak kalah hebatnya dengan para pemain senior.

Partai antara Real Madrid melawan Sevilla pada tengah pekan ini merupakan rangkaian laga pertama dari total tiga pertemuan kedua tim dalam waktu dua pekan mendatang. Untuk leg kedua, akan dihelat pada tanggal 12 Januari 2017. Sedangkan pertemuan ketiga terjadi pada hari Selasa, 17 Januari di Ramon Sanchez Pizjuan.

Adapun ke 19 pemain yang dipanggil oleh Zidane, yakni Casilla, Yanez dan Navas di posisi penjaga gawang, Varane, Carvajal, Marcelo, Nacho dan Coentrao di lini pertahanan, James Rodriguez, Toni Kroos, Luka Modric, Asensio, Casemiro, Isco dan Odegaard mengisi posisi gelandang, dan untuk list penyerang, Morata, Mariano, Karim Benzema.

Rencana Jorge Sampaoli Untuk Menghadapi Real Madrid

Sevilla akan bertandang ke Santiago Bernabeu dalam ajang babak 16 besar Copa del Rey pada Kamis dinihari nanti. Sang pelatih, Jorge Sampaoli pun telah memiliki rencana untuk menghadapi Real Madrid. “Rencana kami adalah menekan mereka (El Real) sejak menit pertama. Kami akan terus melakukan pressing tingkat tinggi ketika mereka menguasai bola,” ungkap Sampaoli.

Jorge Sampaoli telah memiliki rencana untuk mengalahkan Real Madrid

Mantan pelatih tim Nasional Chile itu menambahkan, bahwa dengan rencana tersebut, diharapkan mampu mengantarkan kemenangan di leg pertama. “Tentu, kunci untuk meraih kemenangan, walaupun di kandang mereka adalah fokus,” tutup Sampaoli

Zidane Tidak Berhasrat Menjadi Pelatih Terbaik

Walaupun telah membawa Real Madrid meraih gelar juara Piala Super UEFA, Piala Dunia Antarklub dan juga Liga Champions di musim ini, tak membuat Zinedine Zidane memiliki hasrat untuk menjadi pelatih terbaik. Zidane menilai bahwa pelatih lainnya lebih cocok untuk diberikan status sebagai pelatih terbaik.

Zinedine Zidane
Zinedine Zidane masuk dalam kategori pelatih sepakbola pria penghargaan FIFA

Mantan maestro tim Nasional Perancis tersebut nampaknya akan lapang dada, apabila dirinya tidak meraih penghargaan Pelatih Terbaik FIFA 2016. Meskipun, di musim pertama masa kepelatihannya, Zizou berhasil mengantarkan Los Blancos meraih sejumlah trofi bergengsi.

Zidane merupakan salah satu kandidat dalam penghargaan FIFA kategori manajer sepakbola laki terbaik, bersama Fernando Santos yang secara mengejutkan suskes membawa tim Nasional Portugal untuk menjadi juara Euro 2016 lalu dan Claudio Ranieri yang mampu mengantarkan Leicester City sebagai kampiun Liga Primer Inggris musim 2015/2016.

“Saya rasa, dua pelatih yang masuk bersama saya di dalam kandidat penghargaan FIFA lebih layak untuk memenangkannya. Mereka berdua lebih bekerja keras dibandingkan saya,” ungkap Zidane.

Massimiliano Allegri

Masa Depan Allegri Ditentukan di Liga Champions

Liga Italia

Posisi Massimiliano Allegri sebagai manajer Juventus sedikit terganggu. Mengingat pada pekan lalu, Nyonya Tua tak mampu keluar sebagai juara Supercoppa Italiana, setelah takluk ditangan AC Milan melalui adu penalti. Masa depan Allegri akan ditentukan oleh langkah Juventus di kancah Liga Champions musim ini.

Massimiliano Allegri
masa depan Massimiliano Allegri terancam

Tak hanya kegagalan membawa I Bianconeri meraih gelar juara Piala Super Italia saja, melainkan Allegri juga sedikit terlibat sebuah konflik terhadap dua petinggi Juventus, Fabio Paratici dan Beppe Marotta. Keributan tersebut tertangkap kamera saat setelah menerima medali runner-up Supercoppa Italiana.

Sejumlah media setempat mengabarkan, bahwa mantan pelatih Milan tersebut langsung mendapatkan panggilan khusus oleh para jajaran manajemen I Bianconeri untuk membicarakan kelanjutan masa depannya.

Kekalahan ditangan Milan dalam partai puncak Piala Super Italia membuat manajemen klub merasa kecewa. Sehingga, pihak klub langsung memberikan target kepada Allegri, yakni agar mampu membawa klub meraih gelar Scudetto dan juga Coppa Italia untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Para petinggi Juventus pun juga menyatakan bahwa Allegri harus mampu membawa Juve melangkah sejauh mungkin di kancah Liga Champions. Walaupun tidak mampu juara di musim ini. Setidaknya tidak mengalami kekalahan oleh tim yang notabenenya berada dibawah level Juve.

Juventus sendiri akan menghadapi FC Porto di babak 16 besar. Leg pertama akan dilangsungkan di Estádio Do Dragão, pada tanggal 23 Februari 2017 mendatang. Sementara, leg kedua akan dihelat di Juventus Stadium pada tanggal 15 Maret 2017. Tentu, laga tersebut akan menjadi pertarungan yang sangat penting untuk Allegri. Apabila gugur, maka kemungkinan sosok pelatih berusia 48 tahun akan dipecat, walaupun nantinya dapat kembali mempersembahkan gelar Coppa Italia dan Scudetto.

Chiellini Berharap Juventus Mampu Meraih Treble

Juventus harus keluar sebagai runner up di ajang Piala Super Italia, setelah tak mampu mengalahkan AC Milan di partai puncak. Namun walaupun Juve gagal meraih gelar juara Supercoppa Italiana, Giorgio Chiellini menyakini bahwa timnya mampu langsung bangkit dan gemilang di Serie A, Coppa Italia dan tentu Liga Champions.

Chiellini
Chiellini ungkap Juventus akan segera bangkit

Bek tim Nasional Italia tersebut bercermin pada dua tahun lalu. Dimana, Juventus juga mengalami kekalahan di partai final Piala Super Italia kala berhadapan dengan Napoli. Namun, dibalik kekalahan tersebut, Si Nyonya Tua mampu mencapai final di Liga Champions, walau harus kandas di tangan Barcelona.

“Saya merasa, bahwa kekalahan saat melawan AC Milan di final Supercoppa Italiana terdapat hikmah yang baik untuk kami. Karena kami selalu belajar dari kekalahan. Saya ingat, bahwa dua tahun lalu, kami juga kalah di partai puncak. Namun, setelah itu, kami langsung bangkit dan mampu menembus hingga final Liga Champions. Kami juga mampu meraih gelar Serie A dan Coppa Italia,” ujar Chiellini.

“Tentu, untuk mencapai hal yang sama di dua musim lalu, kita harus terus bekerja keras dan terus berkembang di setiap laganya. Masa lalu adalah sebuah pelajaran yang berharga. Kami akan menikmati perjalanan masa depan layaknya dua tahun yang lalu,” tutup bek sentral berkebangsaan Italia tersebut.

Buffon: Kita Belajar Dari Kekalahan

Kapten Juventus, Gianluigi Buffon mengungkapkan, bahwa dirinya merasa kecewa akan kekalahan di partai final kala berhadapan dengan AC Milan. Namun, kekalahan tersebut justru menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk kedepannya.

Gianluigi Buffon
Gianluigi Buffon mengungkapkan bahwa kami belajar dari kekalahan

“Kekalahan memang terasa menyakitkan dan mengecewakan. Tetapi, kami belajar dari kekalahan, demi masa depan yang cemerlang. Sehingga, kami tidak akan terlarut lebih dalam dan langsung bangkit,” ujar Buffon.

chelsea

Diego Costa Dapat Kontrak Baru

Liga Inggris

Penyerang andalan Antonio Conte yakni Dieogo Costa di kabarkan akan mendapatkan kontrak barunya bersama Chelsea. Kabar yang di lansir dari salah satu media London itu mengabarkan bahwa hanya tinggal menunggu waktu untuk melakukan tanda tangan sebagai tanda bahwa dirinya menyetujui kontrak yang akan diberikan kepada pemain berusia 28 tahun itu.

Terjawab sudah rumor mengenai masa depan penyerang yang haus gol itu. Sampai berita ini di turunkan, Diego Costa masih belum melakukan tanda tangan, namun dari sumber orang terdekatnya memberitahukan bahwa Costa akan segera melakukan perpanjangan kontrak bersama The Blues (julukan Chelsea).

Penyerang kelahiran tahun 1988 itu selalu menjadi pilihan pertama oleh sang pelatih, Antonio Conte dalam urusan menggedor jala lawan. Selama penampilannya bersama The Blues dirinya selalu menjadi penyerang yang sangat berbahaya di dalam area kotak pinalti maupun pergerakan tanpa bolanya di luar kotak pinalti lawan.

Pergerakannya dinilai selalu bisa membuka ruang untuk rekan-rekannya menciptakan peluang. Selain itu Costa juga kerap kali dapat memanfaatkan peluang sekecil apapun menjadi sebuah gol kemenangan bagi anak asuh Conte. “Dia sangat kuat serta miliki visi misi bermain sangat baik. Kekutannya pada kaki kiri maupun kananya sangat menakutkan bagi penjaga gawang manapun. Karena pertimbangan itulah saya menginginkan dirinya mampu bermain lebih lama lagi bersama kami disini,” ujar pelatih The Blues, Antonio Conte.

Pemain kelahiran Brasil dan memiliki kewarganegaraan Spanyol itu memang selalu menjadi senjata ampuh bagi klub yang di naunginya sekarang ini. Bukan hanya pelatih mereka saja yang memuji performanya di lapangan. Rekan setimnya di Chelsea, Cesc Fabregas juga ikut memberikan penilaian kepada rekannya itu. “Dia adalah pemain yang komplit, bertarung di udara, memiliki kekuatan fisik luar biasa dan agresifitasnya juga cukup luar biasa untuk seorang penyerang,” ungkapnya.

‘Si Biru’ Sangat Butuh Golnya

Diego Costa
Penyerang Chelsea, Diego Costa

Pemain penyerang memang selalu di tuntut harus bisa memanfaatkan peluang menjadi sebuah gol bagi klubnya. Bukan hanya soal gol yang harus di lakukan, tapi membuka dan menciptakan peluang bagi rekan-rekannya juga harus bisa di lakukan. Beberapa pemain Chelsea menyatakan kekagumannya kepada media mengenai ketajaman sosok penyerang yang dimiliki klub asal London tersebut.

Liga Inggris merupakan kompetisi yang paling padat jadwalnya dibandingkan dengan liga-liga lainnya di Eropa. Karena itulah Chelsea harus melakukan perpanjang kontrak seorang penyerang terbaiknya yakni Dieo Costa. Pasukan ‘si biru’ masih sangat membutuhkan golnya dalam setiap pertandingan domestik maupun pada laga Eropa.

Pelatih mereka yang juga mantan arsitek tim nasional Italia, Antonio Conte mengakui anak asuhnya itu mampu melakukan tugasnya dengan sangat baik. Membuat peluang dan mengkonversikannya menjadi gol adalah tugas yang selalu bisa dilakukannya dengan sempurna selama bermain bersama ‘si biru’. “saya sangat beruntung bisa memiliki penyerang berkualitas seperti ini, pekerjaan kami terasa sedikit lebih mudah dalam urusan mencetak gol karena memiliki dirnya,” ujar mantan pelatih tim nasional Italia itu.

Berapa Gajih Costa Di Chelsea?

diego costa
Aksi kecewa Diego Costa

Perpanjang kontrak pastinya akan terjadi sebuah negosiasi mengenai gajih yang akan di terimanya nanti. Apakah gajih penyerang yang sudah banyak berjasa untuk Chelsea itu akan di naikkan oleh pihak manajemen klub? Sampai saat ini belum ada kabar pasti mengenai kenaikan gaji pemain berkebangsaan Spanyol itu.

Diego Costa saat ini masih menerima pendapatan dari klub sebesar 185 ribu pounds setiap pekannya. Kabar media lokal di Inggris, mengabarkan bahwa aka nada kenaikan pendapatan untuk Coste, menyusul perpanjangan kontrak yang akan dilakukannya.

Costa cukup layak mendapatkan kenaikan gaji atau pendapatan karena dinilai oleh beberapa penggemarnya telah banyak melakukan gol-gol penting bagi klub kebanggaannya itu. Berhasil memberikan 16 gol baik di Liga Inggris maupun di seluruh kancah pada tahun ini.