Category: Liga Champions

Carlo Ancelotti

Ancelotti Sanjung Arsene Wenger

Liga Champions

Carlo Ancelotti akan beradu taktik dengan Arsene Wenger di Liga Champions ketika Bayern Munich yang lagi-lagi berjodoh dengan Arsenal di babak 16 besar. Ancelotti pun mengagumi sosok The Professor yang telah bertahan hingga dua dekade menjadi pelatih The Gunners.

Carlo Ancelotti
Carlo Ancelotti sanjung Arsene Wenger

“Saya secara pribadi mengagumi Wenger yang telah melatih selama duapuluh tahun di Arsenal. Mustahil rasanya melihat pelatih saat ini yang bertahan selama itu. Kerja keras Dia sudah sepatutnya diberikan apresiasi. “ ungkap Ancelotti.

Para pemain Bayern Munich hingga kini masih berada di Qatar. Lantaran, paruh kedua musim Bundesliga baru akan dihelat pada tanggal 21 Januari 2017 mendatang. Sebelum nantinya, di bulan Februari, skuat The Bavarians akan menghadapi Meriam London pada leg pertama babak kualifikasi 16 besar Liga Champions.

Ancelotti menambahkan, bahwa dirinya ingin mengikuti jejak Wenger yang terus bekerja keras di setiap musim hingga mampu bertahan selama dua dekade. Namun Ia menyatakan bahwa hal tersebut sangatlah sulit dan terbilang mustahil.

“Saya ingin bertahan selama dua atau hingga empat tahun, bahkan selama mungkin di salah satu klub, agar mampu membangun hubungan yang sangat kuat. Karena menurut saya, kunci keberhasilan sebuah tim adalah dengan hubungan antar pemain, pelatih, pihak klub yang sangat baik,”

“Sehingga, Anda mampu membangun sebuah filosofi Anda, gaya bermain Anda dan hal-hal yang baik di sebuah klub. Namun, cukup sulit untuk bertahan di level yang sama di setiap musimnya. Wenger sangat beruntung mampu bekerja dengan sangat baik selama menjadi pelatih Arsenal. Saya mengapresiasi kinerja Dia yang walaupun banyak kalangan yang menilai sudah selayaknya Ia meninggalkan klub tersebut,” tutup pelatih berkebangsaan Italia.

Alcantara Alami Cedera Hamstring

Bintang muda Bayern Munich, Thiago Alcantara diragukan tampil ketika timnya berhadapan dengan Freiburg dalam lanjutan matchday 17 Bundesliga pada tanggal 21 Januari 2017 mendatang. Pasalnya, Alcantara mengalami cedera hamstring saat melakukan sesi latihan tim di Doha, Qatar.

Thiago Alcantara
Thiago Alcantara mengalami cedera hamstring saat sesi latihan

Pihak klub secara resmi telah mengonfirmasi cedera sang gelandang berusia 25 tahun tersebut. Kini, Thiago tengah melakukan sejumlah perawatan agar dapat kembali bergabung bersama skuat.

“Kami informasikan, bahwa pemain kami, Thiago Alcantara mengalami cedera hamstring. Sehingga, sang pemain saat ini sudah mendapatkan perawatan lebih lanjut, supaya dapat segera pulih dan bergabung kembali ke dalam tim,” demikian bunyi pernyataan pihak klub di website resminya.

Ancelotti berharap, cedera Thiago dapat segera pulih dan kembali memperkuat tim sebelum kontra Arsenal di Liga Champions. “Tentu saya berharap bahwa cedera yang diderita oleh Thiago tak terlalu parah dan dapat segera kembali bergabung bersama tim sebelum laga melawan Arsenal pada bulan Februari mendatang,” ujar mantan pelatih Real Madrid.

Sepanjang musim 2016/2017, Thiago telah tampil sebanyak 22 laga di semua ajang kejuaraan yang diikuti oleh Bayern Munich dan mampu mencetak tiga gol.

Hummels Sebut Libur Musim Dingin Kurang Menguntungkan

Sejumlah pihak meyakini bahwa jeda liburan musim dingin yang panjang sangat menguntungkan bagi Bayern Munich ketika nantinya mereka berhadapan dengan Arsenal di bulan depan. Namun, tanggapan tersebut berbeda dengan Mats Hummels yang justru mengungkapkan bahwa jeda musim dingin ini kurang menguntungkan.

Mats Hummels
Mats Hummels menyatakan bahwa jeda musim dingin kurang menguntungkan

“Saya rasa, kami sedikit tidak diuntungkan dengan liburan musim dingin yang terlalu panjang ini. Lantaran, intensitas Arsenal dalam ritme bermain sangat baik. Walaupun mereka sedikit kelelahan karena jadwal yang sangat padat. Tapi, kami tim yang kuat dan akan siap berhadapan dengan tim manapun, termasuk Arsenal,” ungkap pemain berposisi sebagai bek sentral itu.

Arrigo Sacchi

Sacchi Unggulkan Juventus Juara Liga Champions

Liga Champions

Arrigo Sacchi secara yakin menyatakan bahwa tahun ini adalah waktu yang sangat tepat bagi Juventus untuk mengangkat trofi Liga Champions. Bukan tanpa alasan keyakinan Sacchi itu, Ia mengutarakan bahwa Il Bianconeri merupakan salah satu dari tiga klub terbaik yang ada di dunia saat ini.

Arrigo Sacchi
Arrigo Sacchi yakin Juventus merupakan kandidat kuat juara Liga Champions musim ini

Sacchi adalah mantan manajer yang pernah membawa AC Milan menjuarai Liga Champions secara dua kali beruntun pada tahun 1989 dan 1990. Tak hanya sukses di level klub saja, melainkan dirinya juga pernah mengantarkan tim Nasional Italia mencapai partai puncak Piala Dunia edisi 1994, walau pada akhirnya harus takluk oleh Brasil lewat drama adu penalti, 3-2 setelah selama 12o menit tak ada satupun gol yang tercipta.

Pria yang telah berusia 70 tahun itu memiliki pandangan sendiri terkait dirinya mengunggulkan Juve sebagai juara di kompetisi antar klub paling bergengsi di daratan Eropa.

“Saya meyakini, bahwa tahun ini adalah milik Juventus. Mereka sudah menjadi tim yang sangat kuat belakangan ini. Jadi, sudah waktunya mereka mengangkat kembali trofi Liga Champions,” ungkap Sacchi.

Mantan direktur olahraga Real Madrid pada musim 2004 hingga 2005 ini menambahkan jika melihat sejumlah klub-klub di liga besar Eropa masing-masing, mereka merasa kesulitan. Tidak seperti si Nyonya Tua yang sejauh ini sangat perkasa bermain di Serie A, Italia.

“Jika kalian perhatikan di sejumlah liga-liga besar, banyak tim besar yang saat ini kesulitan. Seperti contoh, lihat Real Madrid yang harus berusaha payah meraih gelar juara di kancah Piala Dunia Antarklub lalu. Mereka baru bisa mengunci gelar juara di masa tambahan waktu,”

“Bahkan di liga yang saat ini dikatakan paling bergengsi, Liga Primer Inggris, perburuan gelar juara didominasi kekuatan Chelsea dan Liverpool yang memang tengah berada bersaing di puncak klasemen. Kedua tim tersebut tak bermain di Liga Champions,”

“Berbanding terbalik jika kita melihat Juventus. Dimana mereka sangat kokoh di puncak klasemen dan mendominasi Serie A. Mereka pun memiliki segalanya, mulai dari pelatih, staff, pemain dan klub yang hebat. Jadi, sudah waktunya untuk kembali berjaya di daratan Eropa dengan mengangkat trofi Liga Champions,” tutup Sacchi.

Chiellini Yakin Juventus Treble Winner

Senada dengan Sacchi, Giorgio Chiellini juga memiliki keyakinan bahwa Juventus mampu meraih treble winner di tahun 2017. Diantara ketiga piala yang diyakini berlabuh ke klub asal Turin itu adalah trofi Liga Champions.

Giorgio Chiellini
Giorgio Chiellini juga memiliki keyakinan akan timnya meraih treble winner termasuk Liga Champions

“Saya memiliki keyakinan yang serupa dengan Sacchi, bahwa tim kami adalah salah satu yang terbaik saat ini. Saya yakin, di akhir musim nanti, kami akan mampu meraih treble winner. Salah satu trofi yang akan kami angkat adalah Liga Champions,” ujar Chiellini.

Pemain yang berposisi sebagai bek sentral itu menambahkan, walaupun timnya baru saja menelan kekalahan di partai final Super Coppa Italia, tetapi dirinya percaya mampu langsung bangkit.

“Kami baru saja menelan kekalahan, tetapi kekalahan itu menjadikan kami semakin kuat. Mari kita fokus dan selalu bekerja keras demi hasil yang maksimal,” tutup pria yang kini berusia 32 tahun.

Masa Depan Allegri Tergantung Langkah Juventus Di Liga Champions

Masa depan Massimiliano Allegri sebagai pelatih Juventus tergantung pencapaian tim di kancah UCL. Terlebih, dirinya sempat terlihat ribut oleh sejumlah petinggi klub. Sehingga, sejumlah media mengabarkan bahwa Allegri tidak akan bertahan lama.

Massimiliano Allegri
Masa depan Massimiliano Allegri terancam

Hal tersebut mencuat ke publik lantaran Signora Omicidi harus takluk di tangan AC Milan melalui adu drama penalti dalam partai Piala Super Italia. Dengan demikian, para petinggi klub memberikan sedikit peringatan kepada sosok pria yang kini telah menginjak usia 49 tahun itu untuk memperbaiki performa Juve. Bahkan para petinggi klub mengingatkan agar gelar juara Serie A dapat dipertahankan dan dapat melaju lebih jauh di kancah UCL, walaupun pada akhirnya tak dapat juara.